by : M.Azmi
MEREKA BICARA TENTANG CENTURY
Pengamat ekonomi dari Tim Indonesia Bangkit, Dr Iman Sugema menyatakan bahwa permasalahan Century merupakan akumulasi persoalan sejak tahun 2003-2004 yang penyelesaiannya ditunda-tunda oleh BI. Ia sendiri melihat bahwa persoalan Century tak ada kaitannya dengan imbas krisis global. (06/09)
Inilah.Com: Ada indikasi kuat SBY juga mengetahui, bahkan 'mungkin' menyetujui bail-out Bank Century. Tidak mungkin Menteri Keuangan, walaupun didukung Bank Indonesia, berani membuat kebijakan seperti itu tanpa persetujuan presiden. Apalagi, kemungkinan besar Wapres Jusuf Kalla tidak setuju. Tentu, dalam teori bargaining power, Sri Mulyani mau berhadapan dengan wapres karena dia telah didukung oleh presiden. (06/09)
Ekonom, Kwik Kian Gie menegaskan bahwa skandal Bank Century sudah busuk dari benihnya (19/11)
Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy melihat bahwa penetapan bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik oleh BI sehingga perlu ada kebijakan dana talangan untuk menyelamatkannya semata-mata hanya didasarkan pada analisis yang bersifat psikologi pasar dan mengesampingkan analisis kuantitatif terhadap kondisi Bank Century. Sebab, secara kuantitatif Bank Century semestinya langsung ditutup dan tidak berhak mendapatkan dana talangan (09/12)
Presiden Negarawan Center Johan Silalahi. Menkeu Sri Mulyani mantan Gubernur BI Boediono dan langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketiganya harus mempertanggungjawabkan kerugian negara yang mencapai Rp6.7 triliun itu dalam bentuk mengundurkan diri sebagai pejabat Negara (16/12)
Anggota Pansus Angket Bank Century Akbar Faisal. Presiden memberikan kekebalan hukum kepada Menkeu, Gubernur BI dan kepada semua pihak yang melaksanakan tugas dalam mengambil keputusan atau kebijakan JPSK, Padahal Presiden tidak diperbolehkan memberikan kekebalan hukum kepada siapapun dengan alasan apapun tanpa kecuali. Skandal Bank Century ini merupakan kejahatan negara (16/12)
Sekjen FUI, M Al Khaththath. Pelaku berbagai mega skandal perbankan mulai dari Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) hingga skandal Bank Century adalah antek-antek neolib."Dilihat dari modusnya yang sama dan terjadi berulang- .ulang, pola ini jelas menggambarkan pelakunya adalah antek neolib yang kini menguasai pengelolaan keuangan negara," (24/12)
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyayangkan pernyataan mantan pejabat Bank Indonesia (BI) yang menyebut kasus Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik."Kasus Bank Century adalah perampokan. Kalau ada yang mendukung Bank Century berarti dia mendukung perampok”, menurut Kalla skandal century adalah kejahatan tertinggi yang pernah terjadi di negeri ini (08/01)
Pengamat ekonomi Rizal Ramli mengatakan kasus Bank Century adalah perampokan. "Apakah kasus ini akan kita biarkan begitu saja?" tanyanya (09/01)
Pimpinan lembaga Center for Banking Crisis A. Deni Daruri. Bank Century yang berpengaruh psikologis terhadap kondisi di Indonesia, Deni menandaskan, "Itu hanya perasaan...." (19/01)
Kepala Satuan Kerja Audit Internal Bank Century, Susanna Cliuo. menyatakan merasa telah dibohongi oleh Direktur Treasury Bank Century Dewi Tantular yang merupakan saudara perempuan dari Robert Tantular. (19/01)
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, mengatakan kebangkrutan Bank Century terjadi akibat adanya kesalahan mengurus bank dan tindakan kriminal yang dilakukan pengelola bank dibandingkan krisis global di dunia internasional. (24/01)
Indo Barometer (Lembaga Survey), mayoritas responden yang ditanyakan pendapatnya mengenai kasus Bank Century percaya bahwa kebangkrutan bank tersebut tidak akan berdampak sistemik. (24/10)
Pansus Hak Angket Bank Century merasa kecewa karena Mantan Ketua KSSK Sri Mulyani tidak kunjung menyerahkan data KSSK. Padahal Sri Mulyani sudah mengangguk bersedia saat data itu diminta Pansus. (25/01)
detikNews. Pansus Angket Century masih mendua soal kesimpulan sementara. Fraksi Partai Golkar ingin merumuskan kesimpulan sementara untuk disampaikan. Namun Fraksi Partai Demokrat merasa hal itu tidak perlu. (25/01)
IRONI
Pansus Hak Angket Century DPR RI sebagai manifestasi wakil rakyat yang diberikan kewenangan mengungkap tuntas kasus Bank Century seliarusnya lebih menitikberatkan investigasinya terhadap penyebab fundamental kasus tersebut yaitu pelanggaran terhadap prinsip-prinsip prudent dalam pengelolaan Bank Namun, semenjak awal mencuatnya, kasus Bank Centunj seakan lebih didominasi oleh aroma politis pragmatis daripada mencari akar penyelesaian untuk mencegali terulangnya kembali kasus seperti Bank Century.
"Harus jernih, harus kontekstual, harus lurus untuk menyelidiki dan mencari tahu seluk beluk dibentuknya kebijakan," kata Presiden SBY, Senin (24/1). Itulah pernyataan sekaligus isyarat SBY terhadap keputusan bailout Bank Century. Kesimpulan Pansus Century harus Jernih dan kontekstual.
Ketua Fraksi Partai Demokrat membuat pernyataan yang bermakna 'bak gayung bersambut'. Anas Urbaningrum menyatakan bahwa Partai politik koalisi pemerintah di DPR sepakat bailout Century menyelamatkan Indonesia dari krisis. Bailout dinilai sudah sesuai secara kebijakan. (25/1)
Memang sejak awal pun sudah diingatkan bahwa jangan berharap dari Pansus Century. Menurut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Laode Ida. Masyarakat sebaiknya jangan terlalu berharap kepada pansus hak angket Century. Sebab, angket penuh dengan kompromi. Lalu kepada siapa dan apa kita berharap untuk menyelesaikan secara tuntas skandal Century ini?
BELAJAR DARI SKANDAL CENTURY
Seorang mu’min yang mempunyai keimanan dan keyakinan dengan janji Allah yang pasti benar, akan mampu menganalisa dan menyadari dari banyak kejadian/ peristiwa yang berlangsung silih berganti di negeri ini pasti akan ada hikmah/ pelajaran yang diambil dan berusaha bangkit seraya mengubah keadaan yang serta tidak akan mau jatuh ke lubang/ kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
Sistem dan rezim korup. Itulah pelajaran dari Allah Swt terhadap skandal century. Rusak dan busuknya sistem yang ada merupakan peringatan Allah kepada kita.
Sungguh, skandal Bank Century merupakan fakta dari bobroknya sistem perbankan/keuangan nasional yang berbasis ribawi dan birokrat yang korup dan dzalim yang lahir dari azas kapitalisme-neoliberal yang diyakini dan diterapkan pemerintah dalam mengatur negara. Inilah bukti tak terbantahkan untuk kesekian kalinya bahwa sistem perbankan/ keuangan ribawi yang merupakan konsekuensi logis diterapkan sistem ekonomi Kapitalisme yang diadopsi Pemerintah. Seharusnya Skandal Century semakin meneguhkan keyakinan kita akan rusaknya sistem perbankan/keuangan ribawi khususnya dan sistem ekonomi Kapitalisme pada umumnya. Dan sudah semestinya, kita tidak rela mempertahankan keberadaan sistem Kapitalisme-neoliberal busuk ini. Masyarakat muslim Indonesia sebagai aktualisasi akidahnya harus menuntut penerapan sistem yang bersumber dari Allah Sang Penguasa Langit dan Bumi, Zat Yang Maha Adil. Itulah Sistem Ekonomi Islam.
JAWABAN ISLAM ATAS SKANDAL CENTURY
Skandal Bank Century tidak hanya mempermasalahkan kebijakan bailout yang tidak adil berdasarkan like and dislike, melainkan soal kebenaran dan keadilan hakiki, atau tak sekadar mempersoalkan dahsyatnya kejahatan kerah putih (white collar crime) di negeri ini. Namun, perlu kita cermati dan sadari pula apa yang sebenarnya menjadi penyebab paling mendasar terhadap munculnya moral hazard dan kebijakan aneh yang tidak adil tersebut.
Permasalahan sistemik penyelesaiannya haruslah secara sistemik pula. Solusinya harus dilakukan secara fundamental, yaitu penggantian sistem bukan perbaikan parsial terhadap sistem ini, bukan pula sekedar pergantian rezim dan tetap mempertahankan sistem lama yang usang. Sistem kapitalisme-neoliberal yang nyata kebobrokkannya harus diganti dengan sistem yang diyakini jauh lebih baik.
Menurut Dr. Abdullah Azzam (tokoh pergerakan Islam) bahwa pangkal hancurnya sistem kapitalisme-neolib ala Barat yaitu tidak melibatkan agama dan tidak memperdulikan Allah.
Allah SWT berfirman,
“Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk. Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia dan sesungguhnya azab akhirat adalah lebih keras dan tak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah.” (QS. Ar-ra’d: 33-34)
Islam sebagai agama sekaligus sebagai ideologi dan pandangan hidup yang sempurna memiliki alternatif solusi sistemik yang mampu menggantikan sistem kapitalisme-neoliberal yang telah bobrok. Sistem Islam khususnya pada sistem ekonomi telah mengharamkan instrumen ribawi. Ketika sistem ekonomi Islam diterapkan, maka tak akan dijumpai permasalahan pada dunia perbankan yang selama ini menjadi sumber masalah pada sistem ekonomi kapitalisme.
Allah secara final mengharamkan riba “Hai orang-orang yang beriman, takutlah kepada Allah dan tinggalkanlah apa yang tersisa dari riba jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu...”. QS. Al Baqarah 278 ini dengan tegas mengharamkan riba untuk selama-lamanya, kapan pun dan dimanapun.
Dengan mekanisme sistem Islam seperti di atas maka persoalan bailout kepada dunia perbankan dengan alasan krisis finansial maupun rekayasa perampokan uang rakyat tidak akan pernah terjadi. Hal ini dimungkinkan karena instrumen ribawi menjadi sumber masalah dihilangkan dan dilarang keras dalam sistem Islam.
KESIMPULAN
Kerusakan sistem kapitalisme-neoliberal sebagai suatu hal yang pasti karena bersumber dari azas sekuler yang meniadakaan peran Allah SWT sebagai Dzat Yang Mengatur Kehidupan. Berbagai dampak kerusakannya telah berulang kali terjadi. Akankah kita tetap diam dan membiarkan sistem rusak ini terus bercokol dan menjajah rakyat? Akankah kita tetap berpangku tangan terhadap fakta yang ada dan tidak peduli terhadap nasib umat? Akankah kita tetap merasa nyaman dan tenang terhadap kondisi pemerintah dan negeri ini yang mengabaikan kewajiban berhukum dengan hukum Allah? Saatnya kesadaran, dukungan dan usaha kita untuk mengganti sistem Kapitalisme-neolib ini dengan Sistem Islam yang memberikan kebaikan bukan hanya untuk umat Islam namun bagi seluruh alam.
Dan Allah pun telah mewajibkan kita untuk memutuskan perkara di dunia ini menurut apa yang di turunkan Allah, dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. (QS. Almaidah:49)
Dari sini menjadi sangat beralasan bahwa penegakan Islam dan syariatnya akan sempurna dengan penyempurnaan penguasaan institusi politik berupa negara, yaitu Khilafah Islam. Tanpanya, Islam tak dapat diterapkan secara sempurna. Tanpanya pula, Islam tak mampu hadir sebagai solusi setiap permasalahan yang dijumpai di tengah-tengah masyarakat.
Karenanya, keberadaan Khilafah Islam adalah wajib hukumnya, sesuai kaidah syara': “Maa laa yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajib”. Apabila suatu kewajiban tidak dapat terlaksana kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu hukumnya adalah wajib.
Sebagai penutup, kita harus tau dan sadar hanya kepada Allahlah kita berharap dan untuk kejayaan Islamlah harapan itu. Kini, saatnya umat harus segera sadar bahwa mereka adalah umat terbaik yang pernah ada. Umat harus segera sadar bahwa mereka adalah pemimpin dunia. Umat harus segera sadar bahwa mereka akan tetap sakit selama mereka masih menggunakan peradaban barat sebagai kiblat mereka. Umat harus segera sadar bahwa hanya dengan Islam-lah mereka akan bangkit kembali. Umat harus segera sadar bahwa merubah basis filosofi ketatanegaraan itu memang susah, tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Saatnya bergerak dan berupaya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan untuk penerapan sistem Islam dalam naungan Daulah Khilafah Islam.
Wallahu’alam.
Racun Obama, WASPADAI !!!!
15 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar